Life Skill Menjahit Jadi Pilihan Terbanyak Siswa Kelas XII MAN 2 Pangandaran

Langkaplancar (HUMAS)— Program Life Skill Kelas XII MAN 2 Pangandaran terus mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Salah satu bidang yang menjadi pilihan terbanyak adalah life skill menjahit, yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi keterampilan produktif sekaligus membuka akses siswa menuju dunia kerja.
Pada pelaksanaan Senin (14/09/2026), kegiatan life skill menjahit terbagi ke dalam enam kelompok. Setiap kelompok mendapatkan jadwal pelatihan satu hari dalam sepekan, sementara khusus hari Sabtu dijadwalkan dua kelompok, yakni sesi pagi dan sore.
Tingginya minat siswa terhadap bidang menjahit tidak terlepas dari peluang kerja yang tersedia di dunia usaha, khususnya industri garmen. Sejumlah lulusan maupun siswa MAN 2 Pangandaran sebelumnya telah diterima bekerja di dunia usaha garmen, sehingga keterampilan menjahit dipandang memiliki prospek yang cukup nyata bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam mendukung kesiapan siswa memasuki dunia kerja, MAN 2 Pangandaran juga menjalin kemitraan dengan Bursa Kerja Khusus (BKK). Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memperluas akses informasi, peluang, serta jejaring antara keterampilan yang diperoleh siswa dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pembimbing life skill menjahit MAN 2 Pangandaran, *Eni Nuraeni, S.Pd.*, mengatakan tingginya minat siswa menjadi motivasi bagi pembimbing untuk memberikan pelatihan secara lebih maksimal.
“Menjahit menjadi salah satu pilihan yang paling banyak diminati siswa karena mereka melihat keterampilan ini memiliki peluang untuk dikembangkan dan dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja. Kami tidak hanya mengajarkan teknik menjahit, tetapi juga berusaha membangun ketelitian, kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab siswa,” ungkap Eni.
Ia menambahkan, pembagian kelompok dan jadwal dilakukan agar proses pembelajaran lebih efektif. Dengan jumlah peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok, siswa diharapkan mendapatkan kesempatan praktik yang lebih optimal.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Pangandaran Dadah Jubaedah, S.Pd., MM., menyampaikan bahwa program life skill merupakan bentuk komitmen madrasah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membekali siswa dengan kecakapan hidup.
“Life skill menjadi bagian penting dari ikhtiar MAN 2 Pangandaran untuk mempersiapkan siswa menghadapi masa depan. Keterampilan menjahit yang banyak diminati menunjukkan bahwa siswa melihat adanya peluang nyata di dunia usaha. Terlebih madrasah memiliki kemitraan dengan BKK sehingga keterampilan yang mereka peroleh dapat diarahkan menuju peluang kerja yang sesuai,” tutur Dadah.
Menurutnya, keberhasilan sejumlah siswa yang telah diterima di dunia usaha garmen menjadi salah satu penyemangat bagi siswa lainnya untuk serius mengikuti pelatihan.
“Harapannya, dari program ini lahir siswa-siswa yang terampil, mandiri, kreatif, dan memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Madrasah ingin memastikan bahwa lulusan tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga memiliki keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan,” pungkasnya.
Program Life Skill Kelas XII MAN 2 Pangandaran sendiri menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam mengembangkan potensi dan kecakapan hidup siswa. Selain menjahit, siswa juga mendapatkan pilihan keterampilan lainnya sesuai dengan minat dan bidang yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − three =